![]() |
| Ilustrasi gambar: Internet |
Sudah lama hati ini berada dalam kegundahan. Merasa sedih melihat kehidupan orang masa sekarang. Rasa malu dan tenggang manenggang
sudah tak ada. Kebanyakan orang sekarang lebih suka memikirkan diri
mereka sendiri, tak pernah memperdulikan perasaan orang lain. Tidak di
sini ,tidak juga di sana, sama saja keadaannya.
Sering terucap dilisan ku awak se nan manenggang urang, urang lain ndak ado nan manenggang awak do. (Kita saja yang mempertimbangkan perasaan orang lain. Sedangkan orang lain tidak-egois)
Begitulah keadaan sebenarnya, jika dikatakan, kalau beberapa orang yang masih berusaha hidup layaknya orang Timur (Tradisional), berusaha mementingkan raso jo pareso.
Maka orang tersebut akan dicemooh, mereka beralasan selama apa yang kita lakukan
tidak bertentangan dengan agama tak ada perlunya kita takut. Benarkah
tidak ada pertentangan dengan nilai agama kita? Agama Islam?
Sesungguhnya
hal tersebut hanya keluar dari mulut orang-orang yang rendah
pengetahuan agamanya, dangkal pemahamannya terhadap agama, adat, dan
kehidupan ini. benarkah agama kita sama sekali tidak mementingkan
nilai-nilai semacam itu? nilai raso jo pareso?
