![]() |
Hanung Bra Mantyo & Filem Barunya Gambar Ilustrasi : Internet |
Tampaknya rakyat di
republik ini sedang berada dalam tahap pencucian otak, levelnya sudah high. Kenapa kami menyebutnya demikian?
Dalam waktu beberapa tahun
ini sudah banyak filem-filem yang bertemakan percintaan yang berlatar perbedaan
keyakinan. Tak perlu kita absen satu persatu filemnya, karena saya tak ingin
pembaca sekalian menjadi terpancing minatnya untuk mencari dan akhirnya
menonton filem-filem masonik ini.
Namun adalah satu filem
garapan salah seorang sutradara yang katanya sutradara terhebat, terpintar, dan
sutradara ther-lha-lhu..
![]() |
Hanung Bra dengan Para PemainnyaGambar Ilustrasi : Internet |
Hanung Bra Mantyo, tentu kita tidak asing dengan nama itu. Salah seorang
sutradara muda Indonesia yang Sangat Ther-Kenal di republik ini.
Adalah filem terbarunya
yang berjudul Cinta Tapi Beda. Ada apa
dengan filem terbaru dari Hanung Bra
ini? salah seorang kawan kami yang sangat sinis dengan kelakuan dari Mr. Bra ini berujar “Biasalah kawan, dia
hendak mencari perhatian (sensasi). Dengan terus dan terus membuat filem yang
dipermasalahkan oleh orang-orang, akan mengokohkan dirinya sebagai sutradara
besar. Semakin banyak orang yang menghujatnya, akan semakin baik baginya..”
Kamipun heran, kenapa kok
lebih baik bagi hanung menjadi kontroversi, bukankah dengan begitu dia akan
semakin dibenci dan dihujat?
![]() |
Gambar Ilustrasi : Internet |
Kawan kami ini hanya
tersenyum mendengar pertanyaan bodoh kami “Karena dengan menjadi kontroversi,
karya-karyanya telah mendapat promosi gratis. Dan dalam pandangan banyak orang
yang mengaku intelek di sana, jika
suatu karya kita menjadi polemik, kontroversi, dan akhirnya ditarik
peredarannya. Maka itu suatu pertanda karya kita sangat tinggi mutunya jika
dilihat dari sisi keilmuan. Makanya Si Bra ini tenang-tenang saja, dia malah
senang dan suka..”
“Kalau begitu kanapa dia
masih dapat bertahan” tanya kami
Dengan tersenyum mengejek
kawan kami ini menjawab “Karena ada yang membantunya di belakang, Si Bra ini
bukanlah aktor utama. Ada orang lain yang mengonsep. Orang-orang ini sangat
suka sekali bermain kucing-kucingan, mereka tak suka publisitas. Biar orang
lain saja yang mendapat pujian asalkan ide dan konsep berasal dari mereka. Para
pengecut yang berlindung dibalik kebuasan media..”
Kami menjadi bingung
sendiri dengan jawaban dengan kawan kami ini. Untuk bertanya lebih lanjut kami
segan. Ya sudah, yang penting filem terbaru Si Bra ini sangat menyakitkan bagi
kami orang Minang. Betapakan tidak, dalam filem tersebut tokoh utama
perempuannya ialah perempuan asal Padang yang beragama katholik.
![]() |
Salah satu bentuk Bra Gambar Ilustrasi : Internet |
Ketika diprotes “Hey..Bra..!
Kurang aja wa ang, lamak se ang kicek an ado padusi kami nan baragamo Katolik.
Sado urang Minang ko baragamo Islam di ang mah. Kalau lai nan baragamo salain
Islam, mako paja kalera tu ndak buliah dipanggia jo disabuik sabagai urang
Minang lai doh. Lai Managrati Ang tu!! Jan asal buek se Ang, den dangkang
kapalo ang isino kumuah-kumuah se sado alahe..”
The translation is ; Hey.. Kutang..! Lo jangan gitu donk, enak aje lo
bilang cewek Padang ada yang beragama Katolik. Semua orang Minang itu beragama
Islam, tau nga’ lo? Kalaupun ada yang beragama selain Islam, maka dia nga’
boleh lagi ngaku and dipanggi dengan sebutan Minang. Lo ngarti kagak sich..?
Jangan asal dong Bra.. tampaknya otak lo perlu dibersihin sama cahaya Syari’at.
Sudah kronis racun Masonik manjalar di otak lo..”
Si Bra memang telah
memberikan tanggapan, jawabannya ialah “ Dia cuma bilang kalau perempuan itu
berasal dari Padang bukan Minang. Kan tidak semua perempuan Padang itu beragama
Islam?”
Hehe.. benar. Hal ini
mengingatkan kami tatkala filem Si Bra yang dahulu yang berjudul “Perempuan
Berkalung Sorban” juga menuai kontro versi. Apa jawabannya tatkala dicerca
perihal ucapan salah seorang Kyai dalam filemnya tersebut ?
![]() |
Sebagai masker, Fungsi lain dari Bra Gambar Ilustrasi : Internet |
Begini jawaba si Bra kepada
salah seorang wartawan yang menanyainya “ Itukan ucapan Kyai, bukan ucapan
Agama. Belum tentukan ucapan Kyai itu sesuai dengan Hukum Agama..?” begitulah
kira-kira dialognya, karena sudah lama jadi kami agak lupa.
![]() |
Sebagai Timbangan, Fungsi Lain dari Bra Gambar Ilustrasi : Internet |
Nah, samakan jawaban dari
si Bra ini. Lalu apa pendapat kawan kami ini?
Ini pendapatnya perihal
jawaban si Bra “Haha.. ya benar, logikanya masuk akal dan tak ada yang salah. Hanya
saja kawan ada beberapa catatan;
1. Pertama, Semua orang Minang dipanggil dengan sebutan Orang Padang
atau Si Padang oleh orang Non Minang yang ada di Luar Minangkabau.
2. Dengan begitu pandangan bahwa Padang ialah Minang dan Minang ialah
Padang sudah sangat melekat sekali oleh orang-orang Non Minang.
3. Para penonton berasal dari beragam kalangan, terutama dari beragam
latar belakang pendidikan dan intelektual. Si Bra tahu tak, kalau yang dapat
berfikir dengan logika seperti itu hanya orang-orang tertentu dengan tingkat
pendidikan dan intelektual tertentu pula.
4. Dia hendak menjadikan perkara yang sumbang menjadi lazim di
tengah-tengah masyarakat kita. Setelah ini mungkin dia akan membuat filem
tentang “MURTADIN” asal Minangkabau.
![]() |
Salah seorang perempuan Indonesia yang memakai Bra. Sungguh nikmat sekali Menjadi Bra.. Gambar Ilustrasi : Internet |
Bagaimana kawan, dia (Si
Bra) punya tujuan yang hendak dicapainya dalam filem ini. jadi saya mohon, kita
orang Minang dan orang Islam agar lebih cerdas dalam menghadapi ini semua”
terang kawan kami kepada kami.
Benar sekali, bahwa dampak
yang diakibatkan sebuah filem sangatlah besar. Akan selalu diingat orang dan
dikenang oleh orang. Akan mempengaruhi pola fikir mereka, cara mereka memandang
dan menyikapi segala sesuatu. Sungguh sangat parah dan berbahaya sekali dampak
yang diakibatkan sebuah flem. Sayang sekali sebagian besar dari kita saat ini
hanyalah sekadar menonton saja, tidak pandai mengkritis dan memilah-milah apa
yang hendak di tonton.
Setidaknya kita semakin
faham akan siapa si Hanung Bra Mantyo
ini, apa tujuan yang hendak dicapainya, dan seperti apa akhlak dan tabi’atnya. Sesungguhnya setan yang paling berbahaya
bukan dalam wujud makhluk halus, melainkan dalam wujud manusia..
No comments:
Post a Comment