Showing posts with label Sekularis. Show all posts
Showing posts with label Sekularis. Show all posts

Sunday, September 11, 2016

Pemurtadan di Minangkabau (bag.7)

Fitanah Para SEPILIS

Gambar: Internet
Yanwardi (berdiri kedua dari kanan) & Isteri (pertama dari kanan) bersama para pengurus GKN)
Sumber: Internet
Pada tulisan kami bagian ke-6 telah kami uraikan perihal tiga kelompok yang ikut memuluskan Jalannya Kristenisasi di Minangkabau ini. Pada tulisan kali ini kami hendak mencoba membahas perihal salah satu kelompok yakni Kelompok SEPILIS. SEPILIS merupakan akronim dari Sekuleris, Pluralis, & Liberalis. Sekularis ialah orang-orang yang berkeinginan memisahkan agama dari kehidupan publik seperti politik, sosial, budaya, ekonomi, dan lain sebagainya. Agama menjadi urusan peribadi yang tak boleh dicampuri oleh seorangpun.
“Baik dan salah itu semua berpulang kepata Tuhan, sebab Tuhanlah yang berhak menghukum seseorang..” begitulah pendapat mereka.

Sunday, December 30, 2012

Kritis Terhadap Media




Fikiran merupakan unsur yang paling dominan dalam diri
seseorang. Jika fikirannya telah dikuasai, maka seluruh
kehidupannya telah dihambakannya kepada yang menguasai.
Ilustrasi Gambar: Internet
Dewasa ini “orang-orang hebat” di Jakarta sering menyebut-nyebut perihal pluralisme dan multikulturalisme. Semua ini biasanya berujung pada kebebasan beragama. Isu ini muncul melihat gejolak ketidak nyamanan di kalangan anak bangsa yang cenderung/mudah terjerumus pada konflik yang berlatar belakang ras ataupun agama. Kita sendiri tidak pernah tahu bagaimana persisnya konflik seperti ini bermula di masa moderen ini, hanya saja kita sudah mendengar kabarnya dari media. Sungguh aneh dan menyedihkan karena seiring dengan munculnya konflik antar agama, maka muncul pula isu pluralisme, liberalisme, sekularisme, dan multikulturalisme. Mungkin ada yang beranggapan bahwa munculnya ide-ide ini karena dilatari oleh budaya konflik yang ada di Indonesia saat ini.

Salah seorang aktivis Kontras ketika dimintai pendapatnya oleh media menyikapi kasus pengusiran jemaat gereja di Bogor bulan yang lalu, mengungkapkan bahwa ada kepentingan politik yang terlibat di dalam konflik ini. Hal inilah rupanya selama ini terasa namun begitu sukar untuk diungkapkan. Ya.. kepentingan politik, karena seperti yang kita ketahui, gerakan politik di Indonesia saat ini mengarah pada satu titik, yakni berusaha merubah ideologi negara ini yang semula  berazazkan agama (Sila Pertama) menjadi berazas pada sekularisme. Dengan menjadikan Islam sebagai sasaran tembak. Namun mereka selalu berusaha menutupi gerak-gerik mereka dengan mengemukakan alasan gombal yakni “Pancasila” yang selama ini menjadi dasar negara. Lupa mereka tampaknya pada sila pertama.

Ingat filem Inception yang dibintangi oleh Leonardo Dicaprio?
Sungguh filem ini mengungkapkan segalanya.
Gambar Ilustrasi: Internet
Namun karena kecerdikan mereka, keluasan jaringan mereka, maka ideologi ini secara perlahan-lahan namun pasti, telah lama dipropagandakan. Tanpa ada yang berdaya untuk melawan, menghadang, atau melarang. Karena mereka bermain sangat halus sekali, senjata utama mereka ialah kebebasan. Kebebasan yang pada saat sekarang ini sudah terlalu bebas tak terkendali.