Showing posts with label moral. Show all posts
Showing posts with label moral. Show all posts

Sunday, February 10, 2013

Dibodohi..

Gambar Ilustrasi: Internet

Entah apa yang terjadi dengan republik ini, kalau pada beberapa waktu yang lalu seorang vokalis sebuah grup band kembali dielu-elukan padahal dia baru saja menyelesaikan masa hukuman atas perbuatan amoralnya. Maka pada saat sekarang, seorang artis yang tertangkap sebagai pemakai narkoba justeru mendapat banyak simpati.
Sungguh kami sangat terkejut dan heran mendengarnya. Apakah kedua kasus ini hanyalah permainan media saja dalam menjaga imej seorang artis. Dengan tujuan supaya selepas dia menyelesaikan masa hukuman maka pamor dirinya akan dapat kembali diangkat. Dan ujungnya tentu saja arus uang yang mengalir ke kantong-kantong para konspirator.
Anehnya masyarakat kita tampaknya sudah mulai terpengaruh. Bukannya cerdas dalam membaca, mendengar, dan menyimak berita karena telah lama berada dalam alam kebebasan. Keadaannya ialah masyarakat kita semakin mudah untuk ditipu, dibodohi, dan dibohongi.

Sunday, January 13, 2013

Kearifan Lama

Gambar Ilustrasi: Internet

Sudah beberapa pekan ini tersiar kabar perihal pemerkosaan yang terjadi di beberapa wilayah di republik ini. Hal yang sama juga terjaid di India di akhir tahun 2012 kemarin, dimana hal tersebut mendapat perhatian yang cukup luas, tidak hanya di India akan tetapi juga dunia. Hal ini menyebabkan munculnya gerakan massa yang banyak dalam memprotes kejadian ini di India.
India selama ini memang dikenal sebagai negara patriakhis yang menyepelekan hak-hak kaum perempuan. Bagi sebagian besar keluarga di negara tersebut kaum perempuan hanya objek, memiliki banyak kewajiban kepada suami dan keluarga, serta lain sebagainya. Bahkan di salah satu kawasan di India, kaum perempuannya melakukan poliandri, bukan atas dasar persamaan hak bagi kaum perempuan melainkan karena ketiadaan perempuan yang cukup  pada kawasan tersebut untuk memenuhi hasrat setiap lelaki. Maka jadilah satu orang perempuan terkadang memiliki dua orang suami yang masih memiliki hubungan saudara (kakak-adik).
Pada kasus yang terjadi di republik ini, pemerkosaan terjadi di angkutan umum pada malam hari, atau oleh anggota keluarga, kerabat dekat, ataupun kenalan. Korban berjatuhan dari beragam usia dari yang masih kanak-kanak hingga dewasa. Begitu juga dengan pelakunya yang juga berasal dari beragam usia yakni dari anak-anak hingga dewasa.

Saturday, December 29, 2012

Hidup Menenggang Rasa



Adalah suatu kelaziman yang kita dapati pada kehidupan orang pada masa sekarang. Rasa malu dan tenggang manenggang sudah tak ada. Kebanyakan orang sekarang lebih suka memikirkan diri mereka sendiri, tak pernah memperdulikan perasaan orang lain. Tidak di sini di tempat penulis mencari hidup, tidak juga di kampung asal kami, sama saja keadaannya. Sering terucap dilisan orang-orang: awak se nan manenggang urang, urang lain ndak ado nan manenggang awak do.*


Begitulah keadaan sebenarnya, memanglah masih terdapat beberapa orang Minang yang berjalan dikearifan orang tua dahulu,  hidup layaknya orang Minangkabau Lama, berusaha mementingkan raso jo pareso. Jika terdapat orang yang demikian maka mereka akan dicemooh. Orang-orang yang mencemooh tersebut beralasan selama apa yang kita lakukan tidak bertentangan dengan agama tak ada perlunya kita takut. Benarkah tidak ada pertentangan dengan nilai agama kita? Agama Islam?

Sesungguhnya hal tersebut hanya keluar dari mulut orang-orang yang rendah pengetahuan agamanya, dangkal pemahamannya terhadap adat, dan kehidupan ini. benarkah agama kita sama sekali tidak mementingkan nilai-nilai semacam itu? nilai raso jo pareso?

Sejauh pengetahuan penulis, Islam sangat menjunjung tinggi sikap saling menghargai dan menghormati orang lain. Ajaran agama Islam sesungguhnya ajaran yang lebut dan perasa, hanya orang-orang yang berfikir sajalah yang dapat memahami hal tersebut.

Sebagai contoh ialah, Islam mengajarkan umatnya untuk berzakat, kenapa? karena dengan berzakat kita dapat mengurangi beban orang lain, membantu mereka dalam mencukupi kebutuhan hidup yang terkadang kurang untuk diri dan keluarga mereka. Makna terselubunng dari perintah zakat itu ialah dengan memberi akan dapat melunakkahn hati dan melembutkan jiwa kita.