Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Sunday, September 11, 2016

INILAH CARA LICIK KRISTENISASI DAN KEJAHATANNYA

Disalin dari fesbuk seorang kawan:


Sumber Gambar: Disini
Ketika Orde Baru jaya, banyak para pejabat yang tidak percaya adanya Kristenisasi besar-besaran yang telah terjadi di Indonesia. Tetapi setelah dikeluarkan buku “Fakta dan Data” tentang Kristenisasi di Indonesia oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), semua pihak terperangah dan yakin bahwa pihak misionaris zending telah bekerja keras siang-malam untuk mengkristenkan umat Islam secara khusus.

Pada Orde Reformasi mereka semakin berani melakukan Kristenisasi secara terbuka bahkan keji. Mereka menggunakan Al-Qur`an dan Hadits dengan diputarbalikkan untuk membenarkan ajaran sesat mereka, dan untuk mengelabui umat Islam. Gerakan kristenisasi bergerilya dengan kedok “Dakwah Ukhuwwah” dan “shirathal mustaqim” secara gencar dan tersembunyi, gerakan itu dikoordinasi oleh Yayasan NEHEMIA yang dipelopori Dr. Suadi Ben Abraham, Kholil Dinata dan Drs. Poernama Winangun alias H. Amos.


Mereka telah mengeluarkan beberapa buku diantaranya:

1. Upacara Jama`ah Haji
2. Ayat-ayat yang menyelamatkan
3. Isa `alaihis salam dalam pandangan Islam
4. Riwayat singkat pusaka peninggalan Nabi Muhammad saw
5. Membina kerukunan umat beragama
6. Rahasia jalan ke surga
7. Siapakah yang bernama Allah itu?



Isi buku-buku dan brosur tersebut di atas diantaranya:

PKI Sang Jagal

Disalin dari fesbuk seorang kawan:

Sumber Gambar: Disini
DOSA-DOSA PKI DARI TAHUN 1945 s/d SEKARANG


A. KRONOLOGIS

1. Tanggal 8 Oktober 1945 : Gerakan Bawah Tanah PKI membentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia) dan AMRI (Angkatan Muda Republik Indonesia).


2. Medio Oktober 1945 : AMRI Slawi pimpinan Sakirman dan AMRI Talang pimpinan Kutil menteror, menangkap dan membunuh sejumlah pejabat pemerintah di Tegal.

3. Tanggal 17 Oktober 1945 : Tokoh Komunis Banten Ce’ Mamat yang terpilih sebagai Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia) membentuk DPRS (Dewan Pemerintahan Rakyat Serang) dan merebut pemerintahan Keresidenan Banten melalui teror dengan kekuatan massanya.

4. Tanggal 18 Oktober 1945 : Badan Direktorium Dewan Pusat yang dipimpin Tokoh Komunis Tangerang, Ahmad Khoirun, membentuk laskar yang diberi nama Ubel-Ubel dan mengambil alih kekuasaan pemerintahan Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara.

5. Tanggal 21 Oktober 1945 : PKI dibangun kembali secara terbuka.

Monday, July 15, 2013

Penjajahan Bahasa

Salah satu gedung perkuliahan di Unand.
Gambar: Internet
 Beberapa bulan yang lalu kami berkunjung ke bekas kampus kami di Kota Padang tepatnya di Kampus Unand Limau Manis. Karena lapar, maka kami makan di salah satu barak[1] di dekat salah satu gedung perkuliahan yang pernah menjadi tempat kami belajar dahulunya.
Keadaan barak tentunya telah agak sedikit berbeda, walau sudah bertahun-tahun lamanya namun tidak banyak yang berubah kecuali harga makanan yang semakin mahal. Katika itu sedang masa libur semester genap sehingga mahasiswa sedikit. Bahkan di barak ini tidak kami temui seorang mahasiswapun.
Selepas makan maka kamipun pergi ke meja kasir untuk membayar makanan kami. Ketika hendak membayar, salah seorang pelayan perempuan di sana bertanya basa-basi kepada kami “Hendak membayar ya mas..?”
Kami terdiam mendengarnya, sudah banyak kiranya yang berubah di kampus ini. Kampus dari universitas kebanggaan kami orang Minangkabau, bagian dari jati diri (identitas) kami, perlambang bagi kecerdasan intelektual kami orang Minangkabau. Telah berubah rupanya..
Dahulu mereka memanggil kami para mahasiswa dengan panggilan uda atau abang yang merupakan panggilan lazim bagi lelaki Minangkabau. Sama agaknya dengan panggilan mas di Jawa (dan juga beberapa kota di Pulau Jawa). Kami terhenyuk, sedih, marah, kesal, dan lain-lain perasaan bercampur baur. Tapi apa hendak dikata, tak patut rasanya kalau kami marah ketika itu.
Kami kembali terkenang akan sebuah tulisan yang pernah dimuat pada salah satu blog yang pernah kami baca dahulunya. Sebuah tulisan yang diangkat dari pengalaman pribadi si penulis, tulisan yang mencemooh (mengkritisi) salah satu kejadian pada salah satu bank di salah satu kota di Sumatera Barat.

Saturday, February 16, 2013

Open you'r mind..



Ilustrasi Gambar: Internet
Valentine, sungguh suatu kata yang sangat romantis sekali bagi sebagian dari kita. Cinta kawan, cinta.. sungguh suatu kesempatan (moment) yang sangat baik sekali bagi sepasang kekasih untuk mengungkapkan betapa besar rasa sayang mereka kepada pasangannya. Menurut adat kebiasaan yang berlaku bagi penganutnya, Valentine dilambangkan dengan “coklat”. Coklat merupakan hadiah spesial sebagai pernyataan betapa besar cinta dan kasih di antara mereka berdua.

Namun rupanya hadiah coklat tidak hanya diberikan oleh sang kekasih kepada tambatan hatinya. Melainkan juga dapat diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Sebagai pertanda betapa besar cinta dan kasih mereka kepada sang buah hati. Entah di Indonesia saja atau memang di negeri asalnya memang lazim orangtua memberikan hadiah coklat kepada anak-anaknya. Entahlah kawan, kami tak begitu faham, maklumlah orang udik.

Valentine atau Hari Kasih Sayang dirayakan setiap tanggal 14 Februari menurut penanggalan masehi. Kisahnya cukup panjang, namun intinya ialah perjuangan untuk menyatukan dua insan yang sedang dimabuk cinta. Dimana salah seorang Paderi (pendeta) dimasa Kekaisaran Romawi harus menanggung hukuman mati sebagai akibat kebijakannya yang menentang penguasa. Sungguh kisah yang sangat sedih, terpuji, dan menyentuh hati bagi sepasang bujang dan gadis yang sedang dilanda cinta. Hati muda mereka akan tersentuh, jiwa muda mereka yang masih labil akan merana mendengar kisah serupa ini.

Perayaan Hari Kasih Sayang ini telah menyebar ke berbagai pelosok bumi ini. Berawal dari negeri asalnya di daratan Eropa, perayaan ini menyebar dengan cepat seiring dengan semakin kokoh dan kuatnya hegemoni Bangsa Barat atas Bangsa Timur. Orang Timur yang bermental lemah, tidak memiliki kepercayaan diri, dan telah menjadi orang kalah menerima mentah-mentah kebiasaan ini. Tanpa melalui usul-periksa terlebih dahulu.

Sunday, February 10, 2013

Tongkat Membawa Rebah

From West Sumatera to
Miss Indonesia
Foto: Internet
Entahkan senang atau sedih hati ini tatkala mendapat kabar perihal terpilihnya salah seorang “Gadis Minang” menjadi “Perempuan Tercantik” di Republik ini. Kita semuanya tentu telah faham kemana semuanya ini akan bermuara. Ya tuan.. ianya “Miss Universe” atau “Perempuan Tercantik Sedunia”. Dan kami yakin bahwa kita semua tentulah telah faham apa yang harus dilakukan seorang perempuan untuk mendapat pengakuan sebagai “Perempuan Tercantik Sedunia”.

Ya.. tuan, harus bersedia “Bertelanjang” dihadapan orang lain. Memperlihatkan aurat.. na’uzubillah.

Banyak tanggapan yang berdatangan dari orang Minangkabau perihal perkara ini. Salah satunya ialah orang tua kita, Inyiak Muchtar Naim, seorang budayawan, akademisi, dan orang tua yang dalam pandangan kami ialah seorang bijak. Beliau telah menulis sebuah surat yang disampaikan melalui milisnya orang Minang yakni RantauNet. Banyak yang mendukung dan menyokong pendapat beliau ini.

Semoga saja, orang kampung kita yang tengah menjadi “Perempuan Paling Cantik di Republik” ini membacanya. Semoga saja Allah membukakan hatinya kepada kebenaran. Semoga saja Hidayah Allah ta’ala disampaikan jua kepadanya hendaknya.

Thursday, January 24, 2013

Cuti Bersama?


Gambar Ilustrasi: Internet
“Alhamdulillah, pekan ini ada cuti bersama..” seru salah seorang kawan kami kesenangan.
Kamipun tersenyum senang, siapakah yang takkan senang jika dapat cuti bersama lagi? Namun kawan kami yang lain mengernyitkan keningnya. Kamipun heran “Masih ada juga rupanya orang yang tak senang jika dapat jatah libur..” seru kami dalam hati.
Kemudian dengan muka masam kawan kami itupun berujar “Mana ada cuti bersama, hari Jum’at pegawai tetap wajib masuk. Tak masuk dapat hukum dari negara..!”
Kamipun terdiam dibuatnya. Mana boleh tak ada cuti bersama? Bukankah harinya terjepit? Bukankah pada hari Kamis tanggal 24 Januari esok merupakan peringatan Maulid Nabi Muhammad?
Akhirnya kawan kami yang tadinya telah senang hatinya karena menyangka Jum’at tanggal 25 Januari ini diliburkan oleh pemerintahpun bertanya dengan kesal “Hah.. kenapa pula? Bukankah pada hari Natal dan Tahun Baru yang dahulu dimana hari peringatannya juga menyebabkan terjepitnya hari Senin. Sehingga kemudian dijadikan cuti bersama. Sedangkan pada perayaan Maulid tidak? Kenapa engku?”
Gambar Ilustrasi:
http://komunitassain.blogspot.com/2012/03/sejarah-gerakan-yahudi-di-indonesia.html
Kawan kami yang sejak dari tadi telah bermuka masampun menjawab “Itulah yang membuat saya heran dan sedih. Ada apa dengan orang-orang yang mengendalikan negara ini? mereka fikir kita ini bodoh?!”
Kemudian diapun beralih menengok ke arah kami berdua, pandangan sedih, kesal, bercampur dengan marah. Mukanya masam, matanya memerah, hidungnya kembang kempis, ah.. tak usahlah terlalu teliti kami gambarkan. Tak elok dipandanglah pokoknya tuan.
Kemudian diapun berujar kepada kami “Katanya negara ini merupakan negara dengan umat Islam terbanyak di dunia? Katanya negara ini menghormati dan menghargai sesama? Katanya negara ini negara Pancasila?”

Saturday, January 19, 2013

Banjir & Bulan Madu Gubernur-Media



Genangan air di Bundaran Hotel Indonesia
(Salah Satu Icon Jakarta)
Ilustrasi Gambar: Internet
Banjir Jakarta, merupakan topik terhangat yang saat ini yang menjadi bahan perbincangan orang-orang. Ada apa dengan Jakarta? Masalah yang sama selalu terulang setiap tahun, terkadang hanya berlangsung singkat dan tidak begitu parah. Namun adakalanya berlangsung lama dan berlangsung cukup parah.
Seperti yang tengah terjadi saat ini, air menggenangi hampir sebagian besar Kota Jakarta. Biasanya hanya menyerang pemukiman pinggiran, orang-orang miskin dan kalangan kelas bawah lainnya. Namun tampaknya untuk kali ini Allah berlaku adil, semua mendapat jatah merata. Tidak hanya pemukiman kelas atas, melainkan juga pusat perkantoran elit, kantor pemerintahan, hingga ke jalan-jalan utama di Jakarta. Semuanya dibagia rata secara adil. Memang Allah itu Maha Adil.
Menarik menyimak penuturan Gubernur Jakarta beberapa hari yang lalu (kalau tak salah hari Rabu tanggal 16 Januari 2013) disaat beliau mengunjungi dan membagikan bantuan kepada para pengungsi korban banjir Jakarta. Menurut sang gubernur, banjir kali ini tidak separah tahun 2007. Memang banjir 2007 sampai saat itu tercatat sebagai banjir terparah yang diterima Jakarta. Hampir seluruh Jakarta digenangi air. Genangan air saat itu bahkan ada yang mencapai 4-6 m.
Namun apa daya berselang sehari selepas itu, Jakarta diguyur oleh hujan deras. Akibatnya debit air menjadi naik. Benarkah banjir kali ini tidak separah banjir yang terjadi pada tahun 2007? Atau bahkan lebih parah?

Tuesday, January 15, 2013

Pendapat Para Petinggi Perihal Kejahatan Kelamin




Gambar Ilustrasi: Republika
Adalah Muhammad Daming Sunusi, salah seorang calon Hakim Agung yang mengikuti fit & proper test di gedung DPR Senayan Jakarta yang mengeluarkan pernyataan “yang diperkosa dengan yang memperkosa, sama-sama menikmati. Jadi harus pikir-pikir terhadap hukuman mati..”
Pernyataan ini dikeluarkan ketika menjawab pertanyaan dari  Andi Azhar, salah seorang anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional. Anggota DPR ini bertanya perihal pendapat Daming perihal hukuman mati terhadap para pemerkosa. Maka terlontarlah jawaban seperti di atas oleh calon Hakim Agung kita ini.
Namun ketika ditanya kembali oleh wartawan perihal pernyataannya tersebut, Daming Sunusi kemudian berdalih “Saya lihat kita terlalu tegang, supaya ketegangan itu berkuranglah. Tadi kan ketawa sebentar..”
Pernyataan ini tentunya menuai munculnya beragam tanggapan, salah satunya dari salah satu anggota dewan dari Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat. Martin yang termasuk salah seorang yang menentang praktek hukuman mati ini menyesalkan pernyataan Daming. Baginya pemerkosa tidak seharusnya mendapat hukuman mati melainkan hukuman maksimal saja yakni berupa 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Saturday, January 12, 2013

Slimnya Komposisi Peserta 2014


Gambar Ilustrasi: Internet
Gambar Ilustrasi: Internet

Hanya sepuluh partai politik yang lulus verivikasi oleh KPU. Kesepuluh partai politik ini akan bertarung dalam Pemilihan Umum tahun 2014 nanti. Pengumuman ini dilakukan oleh KPU pada hari Selasa 8 Januari 2013 dini hari. Dari kesepuluh partai tersebut hanya terdapat satu partai muda (baru) yakni Partai Nasional Demokrat (Nasdem), kemudian 9 partai lainnya ialah partai yang pernah bertarung di pemilu sebelumnmya. Diantaranya ialah dua kakaknya ( partai yang terbentuk dan baru mengikuti satu kali pemilu-2009) Partai Hanura dan Gerindra. Kemudian kakaknya lagi yakni Partai Demokrat, setelah itu pada hitungan mundur selanjutnya ialah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan PDI-P, selanjutnya Si Sulung yakni Partai Golkar dan PPP.

Beragam tanggapan yang datang mengenai penetapan partai-partai baru peserta pemilu untuk tahun 2014 ini. Ada yang protes namun tampaknya lebih banyak yang setuju. Ya.. tampaknya rakyat sendiri sudah bosan dengan banyaknya partai peserta pemilu.

Kami yakin alasannya bukanlah bingung dengan banyaknya pilihan namun kesal dengan maksud dan tujuan mereka. Apa yang dicari oleh orang-orang yang berlomba-lomba mendirikan partai politik? Entah apa yang diperjuangkan, benarkah karena memperjuangkan kepentingan rakyat?